LAPORAN
EKONOMI TERAPAN DALAM PERTANIAN
Oleh:
M. TAUFIK DARMAYANTO
NIM. D1A1 13 028
( SEP GENAP )
JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2015
DAFTAR ISI
COVER.............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.............................................................................................. 1
1.2 Tujuan Penulisan........................................................................................... 3
BAB II GAMBARAN SEKILAS PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Perusahaan....................................................................................... 4
2.2 Susunan Organisasi....................................................................................... 5
2.3 Komposisi Modal Perusahaan......................................................................... 7
BAB III ANALISA EKONOMI TERAPAN
3.1 Deskripsi Perusahaan dan Lingkup Bisnis…………………………………
3.2 Lahan Pernaman……………………………………………………………
3.3 Ketersediaan Bahan Baku…………………………………………………..
3.4 Aspek Produksi dan Harga Produk…………………………………………
3.5 Pemasaran Produk…………………………………………………………..
3.6 Aspek Tenaga Kerja………………………………………………………...
3.7 Aspek Kemitraan Perusahaan……………………………………………….
BAB IV PENUTUP
A.
Kesimpulan.................................................................................................... .
B.
Saran.............................................................................................................. .
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................
KATA
PENGANTAR
Bissmillahirrohmanirrohim
Puji syukur
panulis panjatkan khadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya sehingga
penulis dapat menyelesaikan laporan peraktek ekonomi terapan dalam pertanian
sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program mata kuliah “ Ekonomi Terapan dalam
Pertanian”.
Penulis ucapkan
banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan
laporan ini sehingga dapat terselesaikan pada waktunya. Tidak lupa pula penulis
ucapkan terimakasih pada bapak Dosen pengasuh mata kuliah “ Ekonomi Terapan
dalam Pertanian” yang telah memberikan bimbingan selama melakukan praktek
lapang. Penulis berdo’a semoga bantuan yang diberikan menjadi amal ibadah
disisi Allah SWT.
Penulis
menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penulisan
laporan praktek lapangan ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan
saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan laporan praktek lapangan
dimasa mendatang.
Kendari, Desember
2015
Penulis
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Praktik lapang merupakan bentuk aplikasi penyelenggaraan
pendidikan professional yang memudahkan secara sistematis antara program
pendidikan dengan program keahlian yang di peroleh langsung dari pengalaman kerja,
sehingga terarah dalam mencapai tingkat professional dalam bidangnya.
Dengan praktik lapang kami dapat membandingkan teori yang
di dapat dalam dunia perkuliahan dengan pelaksanan atau kenyataan langsung di
lapangan, serta bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengalaman kerja. Setelah
melakukan praktek lapang di harapkan kepada mahasiswa dapat memperoleh
pengalaman ilmu pengetahuan khususnya mengenai Ekonomi Terapan Dalam Pertanian.
Pencapain praktik lapang ini pada
akhirnya mengacu pada pembentukan
profesionalisme mahasiswa yang mempunyai pengetahuan dan ke ahlian
sehingga bisa di harapkan menjadi sumber daya manusia yang siap pakai di masa
mendatang.
Praktik lapang di pandang perlu, karna melihat
pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang cepat berubah. Praktik lapang akan
menambahkan kemampuan untuk mengamati, mengkaji serta menilai teori dengan
kenyataan yang terjadi di lapangan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan
kualitas menejerial mahasiswa dalam mengamati permasalahan dan persoalan, baik
dalam bentuk aplikasi teori maupun kenyataan yang sebenarnaya.
Dalam praktek lapang Ekonomi Terapan Dalam Pertanian ini
bertempat di Desa Lalobao, Kec. Andoolo, Kab. Konawe Selatan yang merupakan
salah satu kabupaten yang memiliki lahan tidur dan tidak dimanfaatkan dalam kegiatan
pertanian yang berkelanjutan. Sehingga lahan tidur tersebut dimanfaatkan oleh
PT Bumi Lestari Sejahtera untuk dijadikan kawasan pertanian yang berkelanjutan.
1.2 Tujuan
Penulisan
Secara umum pelaksanaan praktik lapang mata kuliah Ekonomi Terapan Dalam Pertanian ini memiliki
tujuan untuk meningkatkan kemampuan (kopetensi) mahasiswa melalui aplikasi,
analisis, sistematis dan evaluasi teori yang di peroleh sebelumnya baik dari
proses perkuliahan maupun sumber bacaan lainnya.
Sedangkan secara khusus tujuan pelaksanakan praktek
lapang untuk mengetahui:
o
Sejarah
perusahaan (PT BUMI LESTARI SEJAHTRA)
o
Susunan
organisasi
o
Komposisi
modal perusahaan
o
Deskripsi
perusahaan dan lingkup bisnis
o
Lahan
pertanaman
o
Ketersediaan
bahan baku
o
Aspek
produksi dan harga produk
o
Pemasaran
produk
o
Aspek
tenaga kerja
o
Aspek
kemitraan perusahaan
II.
GAMBARAN SEKILAS PERUSAHAAN
2.1
Sejarah Perusahaan
Pada tahun 2006 pihak BLS melakukan survey dari kawasan
Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara. Dan ada tahun 2008,
Bumi Lestari Sejahtera memperoleh lokasi di Bombana seluas 16.00 ha, namun di
daerah tersebut kemudian heboh oleh temuan tambang emas sehingga petani yang di
ajak kerja sama, tidak berkonsentrasi pada pertanian.
Ahirnya kegiatan ini dipindahkan ke Konawe Selatan. Pihak
Bumi Lestari Sejahtera di kenalkan dengan lahan terlantar bekas ijin lokasi PT
PN XIV seluas 4.300 Ha yang mengantongi izin no 1919/2009 pada tanggal 25
November 2009. Lahan yang sangat luas dan potensi tanah yang sangat subur
tersebut, cocok untuk budidaya jagung hibrida. Hal tersebut semakin di perkuat
setelah Bumi Lestari Sejahtera melakukan
kebun percobaan atau demonstrasi plot. Pihak Bumi Lestari Sejahtera memilih
budidaya jagung hibrida karna di pandang prospeknya sangat menjanjikan.
Dari total lahan seluas 4300ha sesuai izin lokasi No.
1919 tahun 2009 tepatnya pada tanggal 25 November tahun 2009 yang di kantongi
PT Bombana Bumi Lestari, perusahaan terafiliasi dengan Bumi Lestari Sejahtera
yang baru dalam proes pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) sekitar 2.647
ha, terdiri dari 1118,25 ha di desa Lalobao, 978,5 ha di
desa Bumi Raya dan 550 ha di desa Annese kecamatan Andoolo, yang baru di
manfaatkan, diolah dan di tanami kurang lebih 112
ha di desa Lalobao.
Pada tanggal 21
Desember 2009 pihak Bumi Lestari Sejahtera melakukan penanaman pertama, tanggal
25 April hingga setelah itu mulai timbul masalah ‘ dari luas itu pihaknya
mengginginkan 2.650 ha karena sisanya sudah banyak di garap oleh masyarakat.
Sekarang pihaknya sedang bernegosiasi membereskan semua masalah perizinan.
Sampai akhir Mei Pihak Bumi Lestari Sejahtera baru
mencoba tanam dan panen dari luas lahan 100
ha jagung hibrida. Aktivitas yang di sebut bersahabat
dengan jagung itu menyerap tenaga kerja hampir 50 orang di luar tenaga harian
lepas. Dari kegiatan persiapan lahan, menanam, hingga panen memanfaatkan
alat-alat berat seperi traktor dan mesin panen. Pada saat pasca panen juga memanfaatkan
pengering bantuan pemerintah setelah di perbaiki
dan di kelola oleh gapoktan tekukur indah, akan tetapi
pada tahun 2015 PT Bumi Lestari Sejahtera sudah memiliki 2 mesin pengering yang
masing-masing berkapasitas 15 ton/hari dan 25 ton/hari dengan kadar air 12-16
%.
Dalam penen pertamanya juga pihak Bumi Lestari Sejahtera
melakukan promosi hingga ke mancanegara seperti Korea Selatan yang berhasil dikirim
pada saat itu sebanyak 2 kontener dan selanjutnya di pasarkan di pasar lokal
dan daerah yang melakukan pesanan dengan syarat bahwa sudah memenuhi kebutuhan
pasar lokal, daerah yang pernah melakukan pesanan juga di antaranya seperti
Makassar dan Surabaya.
2.2
Susunan Organisasi
Struktur
organisasi dalam suatu perusahaan merupakan suatu pencerminan rangkaian
kegiatan dalam pelaksanaan manajemen. Keberadaan sebuah manajemen dan
organisasi yang baik dalam suatu perusahaan adalah faktor penting yang sangat
menentukan kelemahan suatu perusahaan. Dengan struktur organisasi yang
terorganisir dan terkoordinir maka aktifitas masing-masing jabatan atau bagian
akan dapat berjalan dengan baik. Adapun susunan organisasi PT Bumi Lestari Sejahtera terlampir
dalam lampiran:
2.3
Komposisi Modal Perusahaan
Komposisi Modal Perusahaan Bumi Lestari Sejahtera menyediakan
biaya yang diperlukan sesuai dengan keperluan perusahaan. Biaya pengeluaran per
tahun sangat besar, dimana biaya produksi pada satuan lahan sekitar 7 juta/hektar di luar dari tenaga kerja
dan pada tahun 2015-2016 biaya kurang lebih 5 miliyar yang gunakan dari tahap
penyediaan lahan, budidaya tanaman, hingga tahap pemasaran. 14-18 juta/hektar
di gunakan untuk biaya produksi. Sisanya di gunakan untuk mebeli mesin
pertanian dari perusahaan AGRIINDO. Target perusahaan yang harus di capai
sekitar 5 ton/ hektar agar tidak merugi. Titik maksimal belum di pastikan karena
belum memiliki pabrik sehingga masih berpindah-pindah.
III.
ANALISA EKOMOMI TERAPAN
3.1
Deskripsi Perusahaan dan Lingkup Bisnis
PT BUMI LESTARI SEJAHTERA adalah perusahaan yang bergerak
dalam bidang perkebunan jagung hibrida dengan sistim mekanisasi full. Semua
kegiatan dari persiapan lahan sampai pasca panen menggunakan mesin dengan luas
areal kurang lebih 300 ha dan saat ini
memiliki 2 unit pabrik pengering (Dryer), kapasitas 20-25 ton/hari dan 15 ton/hari dengan kadar
air 32-35 %. Selain membudidayakan jagung hibrida BUMI LESTARI SEJAHTERA juga
melakukan program tanaman alternative dan musiman atau disebut petam seluas
10,2 ha diantaranya tanaman kedelai, jagung lokal, kacang tanah, tomat, bawang
merah dan cabe. melalui konsep pengembangan pertanian terpadu dan berkelanjutan
ini juga mendukung program pemerintah
kedepan. Pada panen awal tahun 2009/2010 PT Bumi Lestari Sejahtera melakukan
promosi ke Korea Selatan sebanyak 2 kontener (44 ton).
3.2
Lahan Pertanaman
Sebelum memasuki penanaman, lahan terlantar di Desa
Lalobao ini di olah atau di persiapkan terlebih dahulu. Tahap pertama yaitu
tahap Plow I atau dibajak dengan
kedalaman 25-35 cm. Hal ini dilakukan jika lahan yang akan diolah hanya di
tumbuhi alang-alang. Jika tidak harus melalui tahap Lean Clearing atau penggusuran karena lahan di tumbuhi dengan
pepohonan. Penggusuran ini harus di sesuaikan dengan kontur dengan
memperhatikan arah kemiringan tanah untuk menghindari terjadinya longsor dan
erosi. Jika di Plow I akan merusak
peralatan atau inplemen Plow. Setelah di plow
I lahan harus didiamkan kurang lebih 29 hingga 30 hari untuk tujuan
menghancurkan zat-zat organik yang di butuhkan tanaman. Setelah masa istrahat
lalu memasuki tahap Plow II , setelah
itu di lakukan tahap Harrow I yaitu penghancuran tanah dengan cara diaduk
untuk memudahkan pengolahan.
Kemudian
memasuki tahap pemupukan dan kapur pertanian. Penggunaannya untuk menaikan
tingkat kemasaman tanah atau Ph tanah. Pemberian kapur ini dilakukan satu kali
dalam empat tahun dan dilakukan secara manual.
Usai tahap pemupukan dan kaptan kemudian pemberian
herbisida pratumbuh dengan cara mekanisasi menggunakan traktor dan peralatan
sprayer, dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan gulma pada saat pertumbuhan
tanaman jagung. Dilakukam sebelum tanam hingga 10 hari setelah tanam dengan
menggunakan herbisida pratumbuh. Selepas penyemprotan herbisida pada saat
pratumbuh tanah di Hero II sehingga
siap ditanami benih jagung hibrida.
Kemudian memasuki proses penanaman dan pemupukan 1
dilakukan secara bersamaan dengan menggunakan mesin (traktor dan planter)
dengan jarak tanam 75x25 cm. Arah barisan tanam disesuaikan dengan arah garis
kontur lahan dengan tujuan agar tidak terjadi erosi dan genangan air. Kebutuhan
satu ha benih adalah 20 kg. sedangkan campuran pupuk (NPK) adalah 350 kg/ha
ditambah kompos 2 ton/ha. Berselang 3 minggu hingga satu bulan dilakukan
pemupukan tahap 2 dengan alat mekanisasi sambil memumbung atau menimbun pohon
dan menyiang atau membersihkan gulma yang berada diantara tanaman jagung.
Pemupukan tahap ke dua ini menggunakan pupuk Urea sebanyak 200 kg/ha. Setelah
tanam tinggal menunggu panen selama 3 bulan hingga 3 stengah bulan atau kurang
lebih 100 hari.
3.3
Ketersediaan Bahan Baku
Bahan baku yang dibutuhkan oleh Pt Bumi Lestari Sejahtra
di sediakan oleh perusahan sendiri
karena perusahan sudah memiliki lahan dan sara produksi sendiri serta di
karnakan perusahaan juga bergerak di bidang budidaya tanaman jagung berkelanjutan
dan untuk benih jagung hibrida ini didatangkan langsung dari Surabaya dan
Makassar.
3.4
Aspek Produksi dan Harga Produk
Penggunaan alat mekanik bukan hanya sampai pada saat
proses penanaman tetapi juga pada saat panen yaitu menggunakan alat mekanisasi
Harvester dan Jumil. Alat ini dikendalikan oleh seorang operator. Alat ini
beroprasi seperti gunting, tanaman jagung dihancurkan dan hanya buah jagungnya
yang diambil. Bumi Lestari Sejahtera hingga saat ini baru memiliki satu alat
panen dengan kapasitas panen seluas 2 ha/hari. Setelah panen, dilakukan pemipilan dengan mesin
jumil dan selanjutnya dilakukan pengeringan dengan menggunakan mesin pengering
(Dryer) untuk menurunkan kadar air dari 20 hingga 30% menjadi 12 hingga 16%
agar jagung lebih awet, karena kadar air yang tinggi memudahkan munculnya
aflatoksin yaitu sejenis jamur yang bisa merusak jagung. Proses pengeringan ini
membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam sehingga dalam sehari bisa dilakukan
sampai tiga kali pengeringan. Jagung hibrida yang sudah dikeringkan di masukan
dalam karung ukuran 50 kg untuk kemudian dikemas dan siap dipasarkan. Mengenai
harga akan menyesuaikan dengan harga pasar nasional sebesar 5.500 Rp/kg untuk
harga lokal sebesar 4.300 Rp/kg.
3.5
Pemasaran Produk
Hasil
produksi jagung hibrida Bumi Lestari Sejahtera di pasarkan ditingkat lokal
terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan Prov. Sulawesi Tenggara sehingga tidak
terkesan pihak perusahaan hanya memanfaatkan lahan tetapi hasilnya tidak
diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Untuk produksi selanjutnya Bumi
Lestari Sejahtera akan memasarkan hasil produksinya keluar daerah seperti
Makassar dan Surabaya bahkan jagung hibrida ini akan di ekspor hingga kemanca
Negara seperti korea ketika kebutuhan lokal sudah terpenuhi.
3.6
Aspek Tenaga kerja
Bumi
Lestari Sejahtera menjadi perusahaan pertanama yang megimplementasikan hampir
full mekanisasi dalam menggarap kawasan perkebunan skala besar jagung hibrida.
Namun dalam pemberdayaan angkatan kerja disekitar lokasi yang belum bekerja,
ada beberapa kegiatan yang dilakukan secara manual antara lain, tebar pupuk
kandang dan kapur pertanian. Mereka digaji sesuai banyaknya karung pupuk yang
ditebar. Terdapat kurang lebih 20 orang tenaga pemupuk dari sekitar perkebunan
ini, hal ini dilakukan pihak Bumi Lestari Sejahtera sebagai bentuk pemberdayaan
perempuan. Terbukti mereka merasa terbantu dengan adanya perusahaan ini karena
bisa menambah penghasilan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga
yang semakin kompleks. Penggunaan tenaga manusia juga digunakan untuk mengolah
dan menanami lahan dengan kemiringan areal yang beresiko untuk mesin dan
operator. aSelain beresiko jika di paksakan menggunakan mesin hasil yang di
peroleh tidak memuaskan karena tidak merata.
Penggunaan
tenaga kerja dari masyarakat sekitar membuktikan keberadaan pertanian pangan
berkelanjutan Bumi Lestari Sejahtera memberikan efek positif bagi masyarakat
Konawe Selatan utamanya yang berada di sekitar perkebunan, karena mampu
diberdayakan atau membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Hingga saat ini
jumlah tenaga kerja Bumi Letari Sejahtera berjumlah kurang lebih 45 orang
tenaga tetap diluar tenaga kerja harian dan tenaga kerja lainnya.
3.6
Aspek Kemitraan Perusahaan
PT Bumi Lestari Sejahtra sebelumnya bekerjasama dengan PT
PN XIV dalam hal pembebasan lahan seluas 200 ha. Selanjutnya pada tahun
2013/2014 bermitra dengan petani dan mencoba melakukan pembebesan lahan, model kemitraan yang di
lakukan dengan petani sendiri adalah membantu sarana produksi seperti benih dan
pupuk serta pestisida. Dan ada juga ada jaminan pasar dan sempat menawari
sampai mengikuti harga pasar dengan ada ketetapan hagra yang disepakati.
Saat ini Kemitraan perusahan hanya di daerah Konsel
dengan cara membantu mereka dibidang penyediaan benih, pupuk dan racun. Bumi
Lestari Sejahtra juga join dengan pedagang dan peternak, selain itu juga dengan
tokoh-tokoh tani besar seperti Buntani, Unggas Mutmainnah, Unggas Mandiri dan Intitani.
Bumi Lestari Sejahtera saat ini join dengan peternak,
petani dan pedagang lokal serta bermitra dengan Unggas Mandiri dan Unggas
Mutmainah.
IV. KESIMPULAN
PT. Bumi Lestari Sejahtera adalah perusahaan yang
bergerak dalam bidang perkebunan jagung hibrida dengan sistem mekanisasi full
dimana hampir semua kegiatan dari persiapan lahan sampai pasca panen
menggunakan mesin. Dengan luas areal kurang lebih 300 ha dan saat ini memiliki 2 unit pabrik
pengering (Dryer), kapasitas 20-25 ton/hari dan 15 ton/hari dengan kadar air
32-35 %. Penggunaan alat mekanik bukan hanya sampai pada saat proses penanaman
tetapi juga pada saat panen yaitu menggunakan alat mekanisasi Harvester dan
Jumil. Alat ini dikendalikan oleh seorang operator.
Hasil produksi jagung hibrida Bumi Lestari Sejahtera di
pasarkan ditingkat lokal terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan Prov.
Sulawesi Tenggara sehingga tidak terkesan pihak perusahaan hanya memanfaatkan
lahan tetapi hasilnya tidak diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan local. Untuk
produksi selanjutnya Bumi Lestari Sejahtera akan memasarkan hasil produksinya
keluar daerah seperti Makassar dan Surabaya bahkan jagung hibrida ini akan di
ekspor hingga kemanca Negara seperti korea ketika kebutuhan local sudah
terpenuhi.
Bumi Lestari Sejahtera menjadi perusahaan pertama yang
megimplementasikan hampir full mekanisasi dalam menggarap kawasan perkebunan
skala besar jagung hibrida. Namun dalam pemberdayaan angkatan kerja disekitar
lokasi perusahaan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan secara manual antara
lain, tebar pupuk kandang atau kapur pertanian mereka digaji sesuai banyaknya
karung pupuk yang ditebar.
Bumi Lestari Sejahtera saat ini join dengan peternak,
petani dan pedagang local serta bermitra dengan Unggas Mandiri dan Unggas
Mutmainah.
DAFTAR
PUSTAKA
TVRI.SulawesiTenggara.pelangidesa.PT.Bumilestarisejahtera.www.youtube.com
diakses pada tanggal 3 desember 2015
LAMPIRAN
Lampran 1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar