Sabtu, 09 Januari 2016

LAPORAN PRAKTEK EKONOMI TERAPAN DALAMA PERTANIAN



LAPORAN

PRAKTEK LAPANG
EKONOMI TERAPAN DALAM PERTANIAN




Oleh:
M. TAUFIK DARMAYANTO
NIM. D1A1 13 028
( SEP GENAP )









JURUSAN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2015


DAFTAR ISI
COVER.............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang.............................................................................................. 1
1.2  Tujuan Penulisan........................................................................................... 3

BAB II GAMBARAN SEKILAS PERUSAHAAN
2.1  Sejarah Perusahaan....................................................................................... 4
2.2  Susunan Organisasi....................................................................................... 5
2.3  Komposisi Modal Perusahaan......................................................................... 7

BAB III ANALISA EKONOMI TERAPAN
3.1  Deskripsi Perusahaan dan Lingkup Bisnis…………………………………
3.2  Lahan Pernaman……………………………………………………………
3.3  Ketersediaan Bahan Baku…………………………………………………..
3.4  Aspek Produksi dan Harga Produk…………………………………………
3.5  Pemasaran Produk…………………………………………………………..
3.6  Aspek Tenaga Kerja………………………………………………………...
3.7  Aspek Kemitraan Perusahaan……………………………………………….

BAB IV PENUTUP
A.    Kesimpulan.................................................................................................... .
B.     Saran.............................................................................................................. .

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................



KATA PENGANTAR
Bissmillahirrohmanirrohim
Puji syukur panulis panjatkan khadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan peraktek ekonomi terapan dalam pertanian sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program mata kuliah “ Ekonomi Terapan dalam Pertanian”.
Penulis ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan laporan ini sehingga dapat terselesaikan pada waktunya. Tidak lupa pula penulis ucapkan terimakasih pada bapak Dosen pengasuh mata kuliah “ Ekonomi Terapan dalam Pertanian” yang telah memberikan bimbingan selama melakukan praktek lapang. Penulis berdo’a semoga bantuan yang diberikan menjadi amal ibadah disisi Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penulisan laporan praktek lapangan ini, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan laporan praktek lapangan dimasa mendatang.



Kendari,   Desember 2015



Penulis            
I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Praktik lapang merupakan bentuk aplikasi penyelenggaraan pendidikan professional yang memudahkan secara sistematis antara program pendidikan dengan program keahlian yang di peroleh langsung dari pengalaman kerja, sehingga terarah dalam mencapai tingkat professional dalam bidangnya.
Dengan praktik lapang kami dapat membandingkan teori yang di dapat dalam dunia perkuliahan dengan pelaksanan atau kenyataan langsung di lapangan, serta bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengalaman kerja. Setelah melakukan praktek lapang di harapkan kepada mahasiswa dapat memperoleh pengalaman ilmu pengetahuan khususnya mengenai Ekonomi Terapan Dalam Pertanian. Pencapain praktik lapang ini  pada akhirnya mengacu pada pembentukan  profesionalisme mahasiswa yang mempunyai pengetahuan dan ke ahlian sehingga bisa di harapkan menjadi sumber daya manusia yang siap pakai di masa mendatang.
Praktik lapang di pandang perlu, karna melihat pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang cepat berubah. Praktik lapang akan menambahkan kemampuan untuk mengamati, mengkaji serta menilai teori dengan kenyataan yang terjadi di lapangan sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas menejerial mahasiswa dalam mengamati permasalahan dan persoalan, baik dalam bentuk aplikasi teori maupun kenyataan yang sebenarnaya.
Dalam praktek lapang Ekonomi Terapan Dalam Pertanian ini bertempat di Desa Lalobao, Kec. Andoolo, Kab. Konawe Selatan yang merupakan salah satu kabupaten yang memiliki lahan tidur dan tidak dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian yang berkelanjutan. Sehingga lahan tidur tersebut dimanfaatkan oleh PT Bumi Lestari Sejahtera untuk dijadikan kawasan pertanian yang berkelanjutan.



1.2  Tujuan Penulisan
Secara umum pelaksanaan praktik lapang mata kuliah  Ekonomi Terapan Dalam Pertanian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan (kopetensi) mahasiswa melalui aplikasi, analisis, sistematis dan evaluasi teori yang di peroleh sebelumnya baik dari proses perkuliahan maupun sumber bacaan lainnya.
Sedangkan secara khusus tujuan pelaksanakan praktek lapang untuk mengetahui:
o   Sejarah perusahaan (PT BUMI LESTARI SEJAHTRA)
o   Susunan organisasi
o   Komposisi modal perusahaan
o   Deskripsi perusahaan dan lingkup bisnis
o   Lahan pertanaman
o   Ketersediaan bahan baku
o   Aspek produksi dan harga produk
o   Pemasaran produk
o   Aspek tenaga kerja
o   Aspek kemitraan perusahaan



II. GAMBARAN SEKILAS PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan
Pada tahun 2006 pihak BLS melakukan survey dari kawasan Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Tenggara. Dan ada tahun 2008, Bumi Lestari Sejahtera memperoleh lokasi di Bombana seluas 16.00 ha, namun di daerah tersebut kemudian heboh oleh temuan tambang emas sehingga petani yang di ajak kerja sama, tidak berkonsentrasi pada pertanian.
Ahirnya kegiatan ini dipindahkan ke Konawe Selatan. Pihak Bumi Lestari Sejahtera di kenalkan dengan lahan terlantar bekas ijin lokasi PT PN XIV seluas 4.300 Ha yang mengantongi izin no 1919/2009 pada tanggal 25 November 2009. Lahan yang sangat luas dan potensi tanah yang sangat subur tersebut, cocok untuk budidaya jagung hibrida. Hal tersebut semakin di perkuat setelah Bumi Lestari Sejahtera  melakukan kebun percobaan atau demonstrasi plot. Pihak Bumi Lestari Sejahtera memilih budidaya jagung hibrida karna di pandang prospeknya sangat menjanjikan.
Dari total lahan seluas 4300ha sesuai izin lokasi No. 1919 tahun 2009 tepatnya pada tanggal 25 November tahun 2009 yang di kantongi PT Bombana Bumi Lestari, perusahaan terafiliasi dengan Bumi Lestari Sejahtera yang baru dalam proes pengurusan Hak Guna Usaha (HGU) sekitar 2.647 ha, terdiri dari 1118,25 ha di desa Lalobao, 978,5 ha di desa Bumi Raya dan 550 ha di desa Annese kecamatan Andoolo, yang baru di manfaatkan, diolah dan di tanami kurang lebih 112 ha di desa Lalobao.
Pada tanggal  21 Desember 2009 pihak Bumi Lestari Sejahtera melakukan penanaman pertama, tanggal 25 April hingga setelah itu mulai timbul masalah ‘ dari luas itu pihaknya mengginginkan 2.650 ha karena sisanya sudah banyak di garap oleh masyarakat. Sekarang pihaknya sedang bernegosiasi membereskan semua masalah perizinan.
Sampai akhir Mei Pihak Bumi Lestari Sejahtera baru mencoba tanam dan panen dari luas lahan 100 ha jagung hibrida. Aktivitas yang di sebut bersahabat dengan jagung itu menyerap tenaga kerja hampir 50 orang di luar tenaga harian lepas. Dari kegiatan persiapan lahan, menanam, hingga panen memanfaatkan alat-alat berat seperi traktor dan mesin panen. Pada saat pasca panen juga memanfaatkan pengering bantuan pemerintah setelah di perbaiki dan di kelola oleh gapoktan tekukur indah, akan tetapi pada tahun 2015 PT Bumi Lestari Sejahtera sudah memiliki 2 mesin pengering yang masing-masing berkapasitas 15 ton/hari dan 25 ton/hari dengan kadar air 12-16 %.
Dalam penen pertamanya juga pihak Bumi Lestari Sejahtera melakukan promosi hingga ke mancanegara seperti Korea Selatan yang berhasil dikirim pada saat itu sebanyak 2 kontener dan selanjutnya di pasarkan di pasar lokal dan daerah yang melakukan pesanan dengan syarat bahwa sudah memenuhi kebutuhan pasar lokal, daerah yang pernah melakukan pesanan juga di antaranya seperti Makassar dan Surabaya.
2.2 Susunan Organisasi
Struktur organisasi dalam suatu perusahaan merupakan suatu pencerminan rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan manajemen. Keberadaan sebuah manajemen dan organisasi yang baik dalam suatu perusahaan adalah faktor penting yang sangat menentukan kelemahan suatu perusahaan. Dengan struktur organisasi yang terorganisir dan terkoordinir maka aktifitas masing-masing jabatan atau bagian akan dapat berjalan dengan baik. Adapun susunan organisasi PT Bumi Lestari Sejahtera terlampir dalam lampiran:
2.3 Komposisi Modal Perusahaan
            Komposisi Modal Perusahaan Bumi Lestari Sejahtera menyediakan biaya yang diperlukan sesuai dengan keperluan perusahaan. Biaya pengeluaran per tahun sangat besar, dimana biaya produksi pada satuan lahan sekitar 7 juta/hektar di luar dari tenaga kerja dan pada tahun 2015-2016 biaya kurang lebih 5 miliyar yang gunakan dari tahap penyediaan lahan, budidaya tanaman, hingga tahap pemasaran. 14-18 juta/hektar di gunakan untuk biaya produksi. Sisanya di gunakan untuk mebeli mesin pertanian dari perusahaan AGRIINDO. Target perusahaan yang harus di capai sekitar 5 ton/ hektar agar tidak merugi. Titik maksimal belum di pastikan karena belum memiliki pabrik sehingga masih berpindah-pindah.
III. ANALISA EKOMOMI TERAPAN

3.1 Deskripsi Perusahaan dan Lingkup Bisnis
PT BUMI LESTARI SEJAHTERA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan jagung hibrida dengan sistim mekanisasi full. Semua kegiatan dari persiapan lahan sampai pasca panen menggunakan mesin dengan luas areal kurang lebih 300 ha dan saat ini  memiliki 2 unit pabrik pengering (Dryer), kapasitas  20-25 ton/hari dan 15 ton/hari dengan kadar air 32-35 %. Selain membudidayakan jagung hibrida BUMI LESTARI SEJAHTERA juga melakukan program tanaman alternative dan musiman atau disebut petam seluas 10,2 ha diantaranya tanaman kedelai, jagung lokal, kacang tanah, tomat, bawang merah dan cabe. melalui konsep pengembangan pertanian terpadu dan berkelanjutan ini  juga mendukung program pemerintah kedepan. Pada panen awal tahun 2009/2010 PT Bumi Lestari Sejahtera melakukan promosi ke Korea Selatan sebanyak 2 kontener (44 ton).
3.2 Lahan Pertanaman
            Sebelum memasuki penanaman, lahan terlantar di Desa Lalobao ini di olah atau di persiapkan terlebih dahulu. Tahap pertama yaitu tahap Plow I atau dibajak dengan kedalaman 25-35 cm. Hal ini dilakukan jika lahan yang akan diolah hanya di tumbuhi alang-alang. Jika tidak harus melalui tahap Lean Clearing atau penggusuran karena lahan di tumbuhi dengan pepohonan. Penggusuran ini harus di sesuaikan dengan kontur dengan memperhatikan arah kemiringan tanah untuk menghindari terjadinya longsor dan erosi. Jika di Plow I akan merusak peralatan atau inplemen Plow. Setelah di plow I lahan harus didiamkan kurang lebih 29 hingga 30 hari untuk tujuan menghancurkan zat-zat organik yang di butuhkan tanaman. Setelah masa istrahat lalu memasuki tahap Plow II , setelah itu di lakukan tahap Harrow I  yaitu penghancuran tanah dengan cara diaduk untuk memudahkan  pengolahan.
            Kemudian memasuki tahap pemupukan dan kapur pertanian. Penggunaannya untuk menaikan tingkat kemasaman tanah atau Ph tanah. Pemberian kapur ini dilakukan satu kali dalam empat tahun dan dilakukan secara manual.
Usai tahap pemupukan dan kaptan kemudian pemberian herbisida pratumbuh dengan cara mekanisasi menggunakan traktor dan peralatan sprayer, dengan tujuan untuk menghambat pertumbuhan gulma pada saat pertumbuhan tanaman jagung. Dilakukam sebelum tanam hingga 10 hari setelah tanam dengan menggunakan herbisida pratumbuh. Selepas penyemprotan herbisida pada saat pratumbuh tanah di Hero II sehingga siap ditanami benih jagung hibrida.
Kemudian memasuki proses penanaman dan pemupukan 1 dilakukan secara bersamaan dengan menggunakan mesin (traktor dan planter) dengan jarak tanam 75x25 cm. Arah barisan tanam disesuaikan dengan arah garis kontur lahan dengan tujuan agar tidak terjadi erosi dan genangan air. Kebutuhan satu ha benih adalah 20 kg. sedangkan campuran pupuk (NPK) adalah 350 kg/ha ditambah kompos 2 ton/ha. Berselang 3 minggu hingga satu bulan dilakukan pemupukan tahap 2 dengan alat mekanisasi sambil memumbung atau menimbun pohon dan menyiang atau membersihkan gulma yang berada diantara tanaman jagung. Pemupukan tahap ke dua ini menggunakan pupuk Urea sebanyak 200 kg/ha. Setelah tanam tinggal menunggu panen selama 3 bulan hingga 3 stengah bulan atau kurang lebih 100 hari.
3.3 Ketersediaan Bahan Baku
Bahan baku yang dibutuhkan oleh Pt Bumi Lestari Sejahtra di sediakan oleh perusahan sendiri  karena perusahan sudah memiliki lahan dan sara produksi sendiri serta di karnakan perusahaan juga bergerak di bidang budidaya tanaman jagung berkelanjutan dan untuk benih jagung hibrida ini didatangkan langsung dari Surabaya dan Makassar.
3.4 Aspek Produksi dan Harga Produk
            Penggunaan alat mekanik bukan hanya sampai pada saat proses penanaman tetapi juga pada saat panen yaitu menggunakan alat mekanisasi Harvester dan Jumil. Alat ini dikendalikan oleh seorang operator. Alat ini beroprasi seperti gunting, tanaman jagung dihancurkan dan hanya buah jagungnya yang diambil. Bumi Lestari Sejahtera hingga saat ini baru memiliki satu alat panen dengan kapasitas panen seluas 2 ha/hari. Setelah panen, dilakukan pemipilan dengan mesin jumil dan selanjutnya dilakukan pengeringan dengan menggunakan mesin pengering (Dryer) untuk menurunkan kadar air dari 20 hingga 30% menjadi 12 hingga 16% agar jagung lebih awet, karena kadar air yang tinggi memudahkan munculnya aflatoksin yaitu sejenis jamur yang bisa merusak jagung. Proses pengeringan ini membutuhkan waktu kurang lebih 8 jam sehingga dalam sehari bisa dilakukan sampai tiga kali pengeringan. Jagung hibrida yang sudah dikeringkan di masukan dalam karung ukuran 50 kg untuk kemudian dikemas dan siap dipasarkan. Mengenai harga akan menyesuaikan dengan harga pasar nasional sebesar 5.500 Rp/kg untuk harga lokal sebesar 4.300 Rp/kg.
3.5 Pemasaran Produk
            Hasil produksi jagung hibrida Bumi Lestari Sejahtera di pasarkan ditingkat lokal terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan Prov. Sulawesi Tenggara sehingga tidak terkesan pihak perusahaan hanya memanfaatkan lahan tetapi hasilnya tidak diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Untuk produksi selanjutnya Bumi Lestari Sejahtera akan memasarkan hasil produksinya keluar daerah seperti Makassar dan Surabaya bahkan jagung hibrida ini akan di ekspor hingga kemanca Negara seperti korea ketika kebutuhan lokal sudah terpenuhi.
3.6 Aspek Tenaga kerja
            Bumi Lestari Sejahtera menjadi perusahaan pertanama yang megimplementasikan hampir full mekanisasi dalam menggarap kawasan perkebunan skala besar jagung hibrida. Namun dalam pemberdayaan angkatan kerja disekitar lokasi yang belum bekerja, ada beberapa kegiatan yang dilakukan secara manual antara lain, tebar pupuk kandang dan kapur pertanian. Mereka digaji sesuai banyaknya karung pupuk yang ditebar. Terdapat kurang lebih 20 orang tenaga pemupuk dari sekitar perkebunan ini, hal ini dilakukan pihak Bumi Lestari Sejahtera sebagai bentuk pemberdayaan perempuan. Terbukti mereka merasa terbantu dengan adanya perusahaan ini karena bisa menambah penghasilan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga yang semakin kompleks. Penggunaan tenaga manusia juga digunakan untuk mengolah dan menanami lahan dengan kemiringan areal yang beresiko untuk mesin dan operator. aSelain beresiko jika di paksakan menggunakan mesin hasil yang di peroleh tidak memuaskan karena tidak merata.
            Penggunaan tenaga kerja dari masyarakat sekitar membuktikan keberadaan pertanian pangan berkelanjutan Bumi Lestari Sejahtera memberikan efek positif bagi masyarakat Konawe Selatan utamanya yang berada di sekitar perkebunan, karena mampu diberdayakan atau membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Hingga saat ini jumlah tenaga kerja Bumi Letari Sejahtera berjumlah kurang lebih 45 orang tenaga tetap diluar tenaga kerja harian dan tenaga kerja lainnya.
3.6 Aspek Kemitraan Perusahaan
PT Bumi Lestari Sejahtra sebelumnya bekerjasama dengan PT PN XIV dalam hal pembebasan lahan seluas 200 ha. Selanjutnya pada tahun 2013/2014 bermitra dengan petani dan mencoba melakukan  pembebesan lahan, model kemitraan yang di lakukan dengan petani sendiri adalah membantu sarana produksi seperti benih dan pupuk serta pestisida. Dan ada juga ada jaminan pasar dan sempat menawari sampai mengikuti harga pasar dengan ada ketetapan hagra yang  disepakati.
Saat ini Kemitraan perusahan hanya di daerah Konsel dengan cara membantu mereka dibidang penyediaan benih, pupuk dan racun. Bumi Lestari Sejahtra juga join dengan pedagang dan peternak, selain itu juga dengan tokoh-tokoh tani besar seperti Buntani, Unggas Mutmainnah, Unggas Mandiri dan Intitani.
Bumi Lestari Sejahtera saat ini join dengan peternak, petani dan pedagang lokal serta bermitra dengan Unggas Mandiri dan Unggas Mutmainah.


IV. KESIMPULAN

PT. Bumi Lestari Sejahtera adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan jagung hibrida dengan sistem mekanisasi full dimana hampir semua kegiatan dari persiapan lahan sampai pasca panen menggunakan mesin. Dengan luas areal kurang lebih 300 ha dan saat ini memiliki 2 unit pabrik pengering (Dryer), kapasitas 20-25 ton/hari dan 15 ton/hari dengan kadar air 32-35 %. Penggunaan alat mekanik bukan hanya sampai pada saat proses penanaman tetapi juga pada saat panen yaitu menggunakan alat mekanisasi Harvester dan Jumil. Alat ini dikendalikan oleh seorang operator.
Hasil produksi jagung hibrida Bumi Lestari Sejahtera di pasarkan ditingkat lokal terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan Prov. Sulawesi Tenggara sehingga tidak terkesan pihak perusahaan hanya memanfaatkan lahan tetapi hasilnya tidak diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan local. Untuk produksi selanjutnya Bumi Lestari Sejahtera akan memasarkan hasil produksinya keluar daerah seperti Makassar dan Surabaya bahkan jagung hibrida ini akan di ekspor hingga kemanca Negara seperti korea ketika kebutuhan local sudah terpenuhi.
Bumi Lestari Sejahtera menjadi perusahaan pertama yang megimplementasikan hampir full mekanisasi dalam menggarap kawasan perkebunan skala besar jagung hibrida. Namun dalam pemberdayaan angkatan kerja disekitar lokasi perusahaan, ada beberapa kegiatan yang dilakukan secara manual antara lain, tebar pupuk kandang atau kapur pertanian mereka digaji sesuai banyaknya karung pupuk yang ditebar.
Bumi Lestari Sejahtera saat ini join dengan peternak, petani dan pedagang local serta bermitra dengan Unggas Mandiri dan Unggas Mutmainah.



DAFTAR PUSTAKA

TVRI.SulawesiTenggara.pelangidesa.PT.Bumilestarisejahtera.www.youtube.com diakses pada tanggal 3 desember 2015



LAMPIRAN

Lampran 1




Tidak ada komentar:

Posting Komentar