Selasa, 05 Juni 2012

Uji Kandungan Zat Makanan (Biologi)


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
UJI KANDUNGAN ZAT MAKANAN
 










OLEH
M. Taufik
XI IA 3







KATA PENGANTAR
          Puji syukur marilah kita panjatkan khadirat Allah swt. Karena atas berkat rahmat taufik dan hidayahNyalah sehingga laporan ini dapan kami selesaikan. Shalawat serta salam marilah kita panjatkan junjungan kepada nabi besar  kita Muhammad saw. Dalam laporan ini penulis mengambil topik tentang “ uji kandungan zat makanan”.
          Dengan kesadaran yang sangat tinggi bahwa tidak ada seorangpun di bumi ini yang sempurna, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan serta kelemahan, bahkan mungkin laporan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya saran dan kritikan yang konstruktif dari para pembaca ataupun pendengar demi untik mencapai kesempurnaan laporan ini untuk menjadi bekal dimasa yang akan mendatang nantinya
          Akhirnya penulis hanya dapat berdoa agar pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini mendapat petunjuk, perlindungan dan keberkahan hidup di dunia maupun di akhirat.
Amin…..







penulis


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………
KATA PENGNTAR…………………………………………………………………
DAFTAR ISI…………………………………………………………………...........
BAB I              PENDAHULUAN……………………………………………........
A.     TUJUAN……………………………………………………...........
B.     DASAR TEORI……………………………………………............
C.     ALAT DAN BAHAN…………………………………………….
D.     PROSEDUR KERJA/ CARA KERJA………………………………
E.      HASIL PENGAMATAN……………………………………………
BAB II             PEMBAHASA……………………………………………………...
BAB III            PENUTU..………………………………………………………...
v  Kesimpulan……………………………………………………….
v  Saran……………………………………………………………….












PENDAHULUAN
A.     TUJUAN
ü  Untuk mengetahui berbagai kandungan gizi dari berbagai makanan yang
tersedia.
ü  Untuk mengetahui enzim dan proses kerja enzim.
B.     DASAR TEORI
Makanan adalah sesuatu yang dapat dimakan dan berguna bagi tubuh. Fungsi makanan antara lain: sebagai sumber/ penghasil energi, sebagai pembangun tubuh, sebagai pelindung, sebagai pertahanan tubuh, menjaga tubuh dari kondisi stres, meningkatkan intelegensi, dan memelihara fungsi reproduksi. Makanan yang kita makan terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, danj mineral. Zat makanan dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu zat makanan makro (makronutrien) dan mikro (mikronutrien). Yang termasuk makronutrien yaitu karbohidrat, lemak, protein, sedang yang termasuk mikronutrien yaitu mineral dan vitamin. Air termasuk dalam proses metabolisme zat makanan, air selalu diperlukan sebagai bahan esensial pemrosesan makanan di dalam tubuh.
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat dibagi menjadi 3 golongan yaitu monosakarida yaitu karbohidrat yang bersifat mudah larut dalam air dan rasanya manis. Contoh dari monosakarida yaitu glukosa (misal gula, nasi, mie, roti), fruktosa (misal buah-buahan), manosa (misal jagung), dan galaktosa (misal umbi-umbian). Disakarida merupakan karbohidrat sifatnya sama seperti monosakarida. Contoh dari disakarida yaitu maltosa (gabungan antara glukosa dan fruktosa). Polisakarida yang terdiri atas amilum (contoh tepung terigu, maizena), selulosa (contoh sayuran yang berserat) dan glikogen (gula otot). Monosakarida dan disakarida memiliki sifat yaitu rasanya manis, mudah dicerna, dan mudah larut di dalam air sedangkan polisakarida memiliki sifat yaitu rasanya pahit, sulit dicerna, dan sulit larut dalam air. Sumber karbohidrat berasal dari padi, jagung, gandum, dan kentang. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama, mengatur sebagai sumber energi utama, menjaga keseimbangan asam basa, membantu proses pencernaan makanan, membantu penyerapan kalsium, pembentuk lemak dan protein dan juga untuk metabolisme tubuh.
C.     ALAT dan BAHAN
Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
Alat:
o   Tabung reaksi (5)
o   Pipet tetes
o   Tripod (kaki tiga)
o   Beker gelas (gelas kimia)
o   Cawan
o   Kawat kasa
o   Penjepit kayu
o   Rak tabung reaksi
o   lampu
o   Spatula
Bahan
o   Tepung
o   Buah apel/ jeruk
o   Susu
o   Minyak / bluben
o   Telur (kuning telur)
o   Larutan iodine
o   Fehling A
o   Fehling B
o   Air
o   Air ludah
o   spiritus
D.     CARA KERJA/ PROSEDUR KERJA
            Menghaluskan bahan makanan yang padat kemudian mengaduk dengan air hingga menjadi ekstrak larutan.
Percobaan Mucin
1.      Membersihkan mulut dengan cara kumur dengan air.
2.      Mengumpulkan air ludah dalam gelas beker kira-kira 5 ml dengan cara mengunyah kapas kemudian memerasnya.
3.      Memasukkan air ludah tadi ke dalam 3 tabung reaksi.
4.      Melakukan uji amilum dan uji glukosa.
Uji Karbohidrat/ Amilum
1.      Memasukkan 10 ml; sample makanan ke dalam 2 tabung reaksi (1 diberi tepung + ludah, dan 1 tepung tanpa ludah).
2.      Memanaskan kedua tabung reaksi langsung di dalam Beker gelas hingga mendidih.
3.      Menambahkan 5 tetes larutan iodine
4.      Jika larutan berubah warna menjadi biru tua atau biru kehitaman berarti hasil uji coba positif mengandung amilum.
Uji Glukosa
1.      Memasukkan 10 ml sampel makanan ke dalam 3 tabung reaksi (1 diberi tepung + susu + ludah, 1 diberi perasan air jeruk + minyak tanpa ludah, dan 1 perasan air jeruk + ludah).
2.      Menambahkan 3 tetes fehling A dan fehling B.
3.      Memasukkan tabung reaksi ke dalam beker gelas yang telah berisi air mendidih.
4.      Merebus tabung reaksi sampai sampel makanan berubah warna.
5.      Jika larutan berubah warna menjadi merah tua berarti hasil uji coba
positif.
E.     HASIL PENGAMATAN
Tabel Percobaan Zat Glukosa dan Amilum Dalam Makanan
No
Tabung Reaksi
Sebelum di Panaskan
Sesudah di Panaskan
Ket
1
Tabung Vitamin
Jeruk: Hijau Tua
Merah Tua
+
2
Tabung Karbohidrat
Tepung: Ungu Muda
Coklat
+
3
Tabung Protein
Susu: Ungu
Orange
+
Telur: Ungu Tua
Hitam
+
4
Tabung Lemak
Minyak: Biru Muda
Biru Muda
-
5
Tabung Enzim Amilase
Biru Muda
Biru Muda
-
Keterangan:
                        + = menggunakan air ludah
                        -  = tanpa air ludah








Bab II
PEMBAHASAN
Air ludah mengandung air, lendir, garam, dan juga enzim ptialin. Enzi mini berfungsi mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula yaitu maltose dan glukosa. Ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan dengan enzim- enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (lisosim) yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Air liur memiliki pH netral. Air liur berfungsi untuk membasahi makanan, mencegah mulut dari kekeringan, membunuh mikroorganisme, dan sebagai penyangga pH.
Dalam ludah dan dalam cairan yang dikeluarkan oleh pancreas terdapat amilase yang bekerja terdapat amilum yang terdapat dalam makanan kita. Oleh enzim emilase diubah menjadi maltase. Cara kerja enzim amilase yaitu pertama amilum (zat tepung) diubah menjadi maltosa dengan dibantu enzim amilase.
Bahan makanan yang diuji mengandung karbohidrat yaitu roti. Saat uji karbohidrat jika diberi larutan iodin akan berubah warna menjadi biru kehitaman karena molekul amilosa yang terbentuk senyawa. Warna biru kehitaman ini dikarenakan kandungan amilosa yang terkandung dalam larutan. Larutan yang mempunyai kandungan amilosa yang sangat banyak akan menyebabkan warna biru kehitaman. Semakin tua warna larutan maka kandungan karbohidrat semakin banyak.
Bahan makanan yang diuji mengandung glukosa yaitu tepung dan jeruk. Pereaksi benedict berupa larutan yang mengandung kuprisulfat, natrium karbonat, dan naytrium sitrat. Saat uji glukosa jika positif maka larutan akan berubah warna menjadi merah atau oranye. Hal ini disebabkan oleh larutan tembaga alkalis pada larutan benedict bila direaksikan dengan karbohidrat yang memiliki gugus aldehud akan terjadi reduksi membentuk Cuprum oksida (Cu2O) yang ditandai dengan warna hijau tua sebagai tanda adanyya reduksi Cu2+ menjadi Cu+.
Pada saat uji amilum/ karbohidrat, roti yang diberi ludah dan ditetesi larutan iodin warnanya berubah menjadi biru kehitaman dan terdapat sedikit warna kuning sedangkan pada roti yang tidak diberi ludah dan ditetesi larutan iodin warnanya berubah menjadi biru kehitaman. Hal itu disebabkan jika makanan yang diberi ludah akan membuat warnanya berbeda karena enzim amilosa yang berada dalam air ludah bekerja sehingga warnanya berbeda dengan yang tidak diberi ludah karena pada saat uji glukosa, roti yang diberi ludah dan ditetesi larutan benedict (fehling A dan fehling B) warnanya berubag menjadi oranye tua. Warna merah bata atau oranye yang terbentuk diakibatkan oleh maltosa dan glukosa memiliki gugus aldeheid yang bebas sehingga dapat mereduksi ion-ion tembaga (Cu) yang terdapat pada larutan benedict menjadi Cu2O yang berwarna merah bata atau oranye. Hal itu disebabkan jika makanan diberi ludah akan membuat warnanya berbeda karena enzim amilosa yang berada dalam air ludah bekerja sehingga warna larutan berbeda dengan yang tidak diberi ludah.













Bab III
PENUTUP
v  Kesimpulan
Makanan yang mengandung karbohidrat atau glukosa (roti dan jeruk) akan terjadi perubahan warna. Hal itu karena adanya enzim ptyalin/ amylase yang di dalam air ludah yang bereaksi dengan makanan tersebut, sehingga warna makanan tersebut akan berbeda dengan warna makanan yang tidak dicampur air ludah.
v  SARAN
Saya selaku pembuat laporan ini  menginginkan agar para pembaca atau pendengar untuk melakukan segala bentuk eksperimen untuk mendapatkan hasil yang maksimal.