LAPORAN
PRAKTIKUM BIOLOGI
UJI
KANDUNGAN ZAT MAKANAN
OLEH
M. Taufik
XI
IA 3
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur marilah kita panjatkan khadirat Allah swt. Karena atas berkat rahmat
taufik dan hidayahNyalah sehingga laporan ini dapan kami selesaikan. Shalawat
serta salam marilah kita panjatkan junjungan kepada nabi besar kita Muhammad saw. Dalam laporan ini penulis
mengambil topik tentang “ uji kandungan zat makanan”.
Dengan
kesadaran yang sangat tinggi bahwa tidak ada seorangpun di bumi ini yang
sempurna, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat
banyak kekurangan serta kelemahan, bahkan mungkin laporan ini masih sangat jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya saran
dan kritikan yang konstruktif dari para pembaca ataupun pendengar demi untik
mencapai kesempurnaan laporan ini untuk menjadi bekal dimasa yang akan
mendatang nantinya
Akhirnya
penulis hanya dapat berdoa agar pihak-pihak yang telah membantu dalam
penyusunan laporan ini mendapat petunjuk, perlindungan dan keberkahan hidup di
dunia maupun di akhirat.
Amin…..
penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL…………………………………………………………………
KATA
PENGNTAR…………………………………………………………………
DAFTAR ISI…………………………………………………………………...........
BAB I PENDAHULUAN……………………………………………........
A.
TUJUAN……………………………………………………...........
B.
DASAR
TEORI……………………………………………............
C.
ALAT
DAN BAHAN…………………………………………….
D.
PROSEDUR
KERJA/ CARA KERJA………………………………
E.
HASIL
PENGAMATAN……………………………………………
BAB II PEMBAHASA……………………………………………………...
BAB III PENUTU..………………………………………………………...
v
Kesimpulan……………………………………………………….
v
Saran……………………………………………………………….
PENDAHULUAN
A.
TUJUAN
ü
Untuk
mengetahui berbagai kandungan gizi dari berbagai makanan yang
tersedia.
tersedia.
ü
Untuk
mengetahui enzim dan proses kerja enzim.
B.
DASAR
TEORI
Makanan adalah sesuatu yang dapat dimakan dan
berguna bagi tubuh. Fungsi makanan antara lain: sebagai sumber/ penghasil
energi, sebagai pembangun tubuh, sebagai pelindung, sebagai pertahanan tubuh, menjaga
tubuh dari kondisi stres, meningkatkan intelegensi, dan memelihara fungsi
reproduksi. Makanan yang kita makan terdiri atas karbohidrat, protein, lemak,
vitamin, danj mineral. Zat makanan dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu zat
makanan makro (makronutrien) dan mikro (mikronutrien). Yang termasuk
makronutrien yaitu karbohidrat, lemak, protein, sedang yang termasuk mikronutrien
yaitu mineral dan vitamin. Air termasuk dalam proses metabolisme zat makanan,
air selalu diperlukan sebagai bahan esensial pemrosesan makanan di dalam tubuh.
Karbohidrat merupakan senyawa organik yang
mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat dibagi menjadi 3
golongan yaitu monosakarida yaitu karbohidrat yang bersifat mudah larut dalam
air dan rasanya manis. Contoh dari monosakarida yaitu glukosa (misal gula,
nasi, mie, roti), fruktosa (misal buah-buahan), manosa (misal jagung), dan galaktosa
(misal umbi-umbian). Disakarida merupakan karbohidrat sifatnya sama seperti
monosakarida. Contoh dari disakarida yaitu maltosa (gabungan antara glukosa dan
fruktosa). Polisakarida yang terdiri atas amilum (contoh tepung terigu,
maizena), selulosa (contoh sayuran yang berserat) dan glikogen (gula otot).
Monosakarida dan disakarida memiliki sifat yaitu rasanya manis, mudah dicerna,
dan mudah larut di dalam air sedangkan polisakarida memiliki sifat yaitu
rasanya pahit, sulit dicerna, dan sulit larut dalam air. Sumber karbohidrat
berasal dari padi, jagung, gandum, dan kentang. Karbohidrat berfungsi sebagai
sumber energi utama, mengatur sebagai sumber energi utama, menjaga keseimbangan
asam basa, membantu proses pencernaan makanan, membantu penyerapan kalsium,
pembentuk lemak dan protein dan juga untuk metabolisme tubuh.
C. ALAT dan BAHAN
Adapun
alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
Alat:
o
Tabung
reaksi (5)
o
Pipet
tetes
o
Tripod
(kaki tiga)
o
Beker
gelas (gelas kimia)
o
Cawan
o
Kawat
kasa
o
Penjepit
kayu
o
Rak
tabung reaksi
o
lampu
o
Spatula
Bahan
o
Tepung
o
Buah
apel/ jeruk
o
Susu
o
Minyak
/ bluben
o
Telur
(kuning telur)
o
Larutan
iodine
o
Fehling
A
o
Fehling
B
o
Air
o
Air
ludah
o
spiritus
D.
CARA
KERJA/ PROSEDUR KERJA
Menghaluskan bahan makanan yang padat kemudian mengaduk dengan air hingga menjadi ekstrak larutan.
Menghaluskan bahan makanan yang padat kemudian mengaduk dengan air hingga menjadi ekstrak larutan.
Percobaan
Mucin
1.
Membersihkan
mulut dengan cara kumur dengan air.
2.
Mengumpulkan
air ludah dalam gelas beker kira-kira 5 ml dengan cara mengunyah kapas kemudian
memerasnya.
3.
Memasukkan
air ludah tadi ke dalam 3 tabung reaksi.
4.
Melakukan
uji amilum dan uji glukosa.
Uji Karbohidrat/ Amilum
1.
Memasukkan
10 ml; sample makanan ke dalam 2 tabung reaksi (1 diberi tepung + ludah, dan 1
tepung tanpa ludah).
2.
Memanaskan
kedua tabung reaksi langsung di dalam Beker gelas hingga mendidih.
3.
Menambahkan
5 tetes larutan iodine
4.
Jika
larutan berubah warna menjadi biru tua atau biru kehitaman berarti hasil uji
coba positif mengandung amilum.
Uji Glukosa
1.
Memasukkan
10 ml sampel makanan ke dalam 3 tabung reaksi (1 diberi tepung + susu + ludah,
1 diberi perasan air jeruk + minyak tanpa ludah, dan 1 perasan air jeruk +
ludah).
2.
Menambahkan
3 tetes fehling A dan fehling B.
3.
Memasukkan
tabung reaksi ke dalam beker gelas yang telah berisi air mendidih.
4.
Merebus
tabung reaksi sampai sampel makanan berubah warna.
5.
Jika
larutan berubah warna menjadi merah tua berarti hasil uji coba
positif.
positif.
E.
HASIL
PENGAMATAN
Tabel Percobaan Zat Glukosa dan
Amilum Dalam Makanan
|
No
|
Tabung
Reaksi
|
Sebelum
di Panaskan
|
Sesudah
di Panaskan
|
Ket
|
|
1
|
Tabung
Vitamin
|
Jeruk:
Hijau Tua
|
Merah
Tua
|
+
|
|
2
|
Tabung
Karbohidrat
|
Tepung:
Ungu Muda
|
Coklat
|
+
|
|
3
|
Tabung
Protein
|
Susu:
Ungu
|
Orange
|
+
|
|
Telur:
Ungu Tua
|
Hitam
|
+
|
||
|
4
|
Tabung
Lemak
|
Minyak:
Biru Muda
|
Biru
Muda
|
-
|
|
5
|
Tabung
Enzim Amilase
|
Biru
Muda
|
Biru
Muda
|
-
|
Keterangan:
+ = menggunakan air ludah
- = tanpa
air ludah
Bab
II
PEMBAHASAN
Air
ludah mengandung air, lendir, garam, dan juga enzim ptialin. Enzi mini
berfungsi mengubah zat tepung (amilum) menjadi gula yaitu maltose dan glukosa.
Ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan dengan enzim- enzim pencernaan
dan mulai mencernanya. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (lisosim) yang
memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Air liur memiliki pH
netral. Air liur berfungsi untuk membasahi makanan, mencegah mulut dari
kekeringan, membunuh mikroorganisme, dan sebagai penyangga pH.
Dalam ludah dan dalam cairan yang
dikeluarkan oleh pancreas terdapat amilase yang bekerja terdapat amilum yang
terdapat dalam makanan kita. Oleh enzim emilase diubah menjadi maltase. Cara
kerja enzim amilase yaitu pertama amilum (zat tepung) diubah menjadi maltosa
dengan dibantu enzim amilase.
Bahan
makanan yang diuji mengandung karbohidrat yaitu roti. Saat uji karbohidrat jika
diberi larutan iodin akan berubah warna menjadi biru kehitaman karena molekul
amilosa yang terbentuk senyawa. Warna biru kehitaman ini dikarenakan kandungan
amilosa yang terkandung dalam larutan. Larutan yang mempunyai kandungan amilosa
yang sangat banyak akan menyebabkan warna biru kehitaman. Semakin tua warna
larutan maka kandungan karbohidrat semakin banyak.
Bahan
makanan yang diuji mengandung glukosa yaitu tepung dan jeruk. Pereaksi benedict
berupa larutan yang mengandung kuprisulfat, natrium karbonat, dan naytrium
sitrat. Saat uji glukosa jika positif maka larutan akan berubah warna menjadi
merah atau oranye. Hal ini disebabkan oleh larutan tembaga alkalis pada larutan
benedict bila direaksikan dengan karbohidrat yang memiliki gugus aldehud akan
terjadi reduksi membentuk Cuprum oksida (Cu2O) yang ditandai dengan warna hijau
tua sebagai tanda adanyya reduksi Cu2+ menjadi Cu+.
Pada
saat uji amilum/ karbohidrat, roti yang diberi ludah dan ditetesi larutan iodin
warnanya berubah menjadi biru kehitaman dan terdapat sedikit warna kuning
sedangkan pada roti yang tidak diberi ludah dan ditetesi larutan iodin warnanya
berubah menjadi biru kehitaman. Hal itu disebabkan jika makanan yang diberi
ludah akan membuat warnanya berbeda karena enzim amilosa yang berada dalam air
ludah bekerja sehingga warnanya berbeda dengan yang tidak diberi ludah karena
pada saat uji glukosa, roti yang diberi ludah dan ditetesi larutan benedict
(fehling A dan fehling B) warnanya berubag menjadi oranye tua. Warna merah bata
atau oranye yang terbentuk diakibatkan oleh maltosa dan glukosa memiliki gugus
aldeheid yang bebas sehingga dapat mereduksi ion-ion tembaga (Cu) yang terdapat
pada larutan benedict menjadi Cu2O yang berwarna merah bata atau oranye. Hal
itu disebabkan jika makanan diberi ludah akan membuat warnanya berbeda karena
enzim amilosa yang berada dalam air ludah bekerja sehingga warna larutan
berbeda dengan yang tidak diberi ludah.
Bab III
PENUTUP
v Kesimpulan
Makanan
yang mengandung karbohidrat atau glukosa (roti dan jeruk) akan terjadi perubahan
warna. Hal itu karena adanya enzim ptyalin/ amylase yang di dalam air ludah
yang bereaksi dengan makanan tersebut, sehingga warna makanan tersebut akan
berbeda dengan warna makanan yang tidak dicampur air ludah.
v SARAN
Saya selaku pembuat laporan ini menginginkan agar para pembaca atau pendengar
untuk melakukan segala bentuk eksperimen untuk mendapatkan hasil yang maksimal.